Trilogi Film Kuntilanak

Posted 2018/05/2713390

LAYARINDO21Kuntilanak adalah film yang horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2006. Kuntilanak disutradarai oleh Rizal Mantovani dan dibintangi oleh Julie Estelle sebagai tokoh utamanya, Samantha, Evan Sanders, Ratu Felisha, Ibnu Jamil, Lita Soewardi dan Alice Iskak juga turut membintangi film horor ini. Kuntilanak berkisah tentang Samantha yang memiliki kemampuan magis untuk memanggil kuntilanak yang akan melakukan perintahnya jika dipanggil.

Film ini diproduksi oleh MVP Pictures dan memiliki dua sekuel yaitu Kuntilanak 2 dan Kuntilanak 3. Berikut adalah sinopsisnya:

1. Kuntilanak 1 (2006)
Setelah kematian ibunya dan gangguan-gangguan dari ayah tirinya, Samantha/Sam (Julie Estelle) memutuskan menyewa kamar kost di pinggiran kota. Sam yang masih depresi atas kejadian di rumahnya serta mimpi-mimpi buruk yang menghantuinya, membuat hubungannya dengan kekasihnya, Agung (Evan Sanders) menjadi renggang. Sam menyewa sebuah kamar kost di sebuah rumah yang bertampilan angker dengan perkuburan dan sebuah pohon beringin di depannya. Dari para penduduk, Sam mengetahui bahwa pohon itu diperkirakan sebagai pohon kuntilanak. Dan di rumah kost itu, yang berlantai 3, lantai 2 dikunci oleh si pemilik karena lantai itu lebih kotor dibandingkan lantai lain.

Ibu Kost Sam, Yanti (Lita Soewardi), menceritakan mengenai sejarah bangunan yang kini menjadi tempat kost itu. Dahulu, sebuah keluarga produsen batik bernama Mangkoedjiwo membuat pabrik batik dan mess pekerja disana, namun, terjadi kebakaran besar yang memusnahkan aset-aset Mangkoedjiwo yang membuat, hanya rumah itulah yang masih layak huni. Kini, cicit Panembahan Sakti Mangkoedjiwo, Raden Ayu Sukma Mangkoedjiwo (Alice Iskak) menyewakan rumah tersebut untuk kost. Perbincangan yang berubah ke mitos Kuntilanak, berakhir ketika Yanti menembangkan sebuah durmo yang digunakan untuk memanggil Kuntilanak. Entah kenapa tembang itu membuat Sam menjadi pusing dan keadaan semakin aneh kala ia mengetahui bahwa untuk memanggil kuntilanak, wangsit harus dipunyai oleh sang pemanggil. Di kamar Sam, terdapat sebuah cermin antik Mangkoedjiwo yang berjumlah empat di seluruh rumah itu.

Tetangga kamar kost Sam, Mawar, meninggal di sebuah kamar hotel karena Kuntilanak ketika ia baru saja mengancam untuk membunuh Sam dengan gunting, dan saat itu, Sam secara tidak sadar menembangkan durmo pemanggil kuntilanak. Kemudian, seorang laki-laki yang mencoba memerkosa Sam, juga meninggal karena kuntilanak saat diteror di jalanan akibat Sam yang menembangkan durmo. Agung, yang belakangan meneliti mengenai kuntilanak dari temannya, Iwan (Ibnu Jamil) , mengetahui bahwa kuntilanak yang biasanya hidup di pohon, dipanggil oleh wangsitnya dan keluar lewat media tertentu untuk masuk ke dunia kita dan bahwa Mangkoedjiwo dipercaya masyarakat sebagai penganut aliran sesat. Sam yang ikut bersama Agung ke rumah Iwan, membaca mengenai batik Mngkoedjiwo dimana ia menemui tulisan di sketsa batik :”sing kuat sing melihara”(yang kuat yang melihara) dan merasa bahwa hal itu dicamkannya di pikiran. Lalu saat Sam dan Agung bertengkar, Sam menembangkan durmo kembali dan keesokan malamnya, Agung menghilang.

Teman Sam, Dinda (Ratu Felisha) meninggal karena Sam yang tiba-tiba emosi menembangkan durmo, Dinda meninggal di kamar mandi kost. Hal itu sudah cukup bagi penghuni kost yang lain untuk pindah dari rumah itu, meninggalkan Sam yang sayup-sayup selalu mendengar suara rintihan permintaan tolong dari Agung. Akhirnya Sam berhasil membuka lantai 2 dan menemukan Agung serta mengetahui bahwa alasan lantai 2 tidak pernah dibuka karena kamar tersebut menjadi tempat untuk memuja kuntilanak dan memberikan pesugihan kepadanya agar kuntilanak tetap menjadi peliharaan Mangkoedjiwo. Alasan yang diberikan Raden Ayu Sukma itu, menjadi timpalannya, Sukma meminta agar Sam menjadi penerusnya untuk memanggil kuntilanak. Sam yang tidak mau, ditembangkan durmo olehnya, dan Sam ikut menembangkan durmo, Kuntilanak yang dipanggil ternyata memutuskan untuk menuruti kemauan Sam dengan tanda mimisannya Raden Ayu Sukma.

Dalam rangka menghentikan keluarnya Kuntilanak, Sam pergi ke cermin-cermin Mangkoedjiwo dan memecahkan ketiga cermin. Cermin keempat yang sempat dilupakannya berada di lantai 2 dan Kuntilanak sudah berhasil membunuh Raden Ayu Sukma. Kini, Kuntilanak ingin menguji keabsahan Sam sebagai pemeliharanya, dengan cara Kuntilanak akan membunuhnya. Sam yang tiba-tiba ingat akan tulisan di sketsa batik, merapalkannya terus-menerus, membuat Kuntilanak mengetahui bahwa Sam kini adalah pemanggilnya. Lalu, Sam yang tidak memecahkan cermin keempat, melantunkan durmo di depan Agung saat beberapa minggu setelah kejadian malam itu. Dan, sepertinya Sam mulai bisa memanfaatkan Kuntilanak untuk mematikan orang yang jahat terhadapnya.

2. Kuntilanak 2 (2007)
Setelah peristiwa dalam film sebelumnya, Sam (Julie Estelle) sudah putus dengan Agung dan saat ini berada dalam dilema dalam memperjuangkan jati dirinya dari sisi gelapnya yang semakin kuat kendati adanya wangsit Kuntilanak. Jati diri tersebut berhasrat untuk membunuh sebanyak mungkin orang-orang dengan memanggil Kuntilanak. Sam juga sering bermimpi tentang orang-orang yang Kuntilanak bunuh, seperti temannya, Dinda, dan pemimpin Mangkoedjiwo, Sri Sukma (Alice Iskak), yang menyesal telah menggunakan Kuntilanak. Sam sekarang tinggal di kos sebuah keluarga pedagang Cina. Putri dari keluarga tersebut, Yenny (Cindy Valerie), langsung takut seketika dia bertemu Sam, namun orang tuanya tak tahu kenapa. Di sisi lain, sisa-sisa pengikut Sekte Mangkoedjiwo, yang baru kehilangan Sri Sukma, berhadapan dengan banyak masalah karena mereka tak dapat menguasai Kuntilanak lagi. Mereka berencana untuk memaksa Sam yang mempunyai wangsit untuk masuk dalam lingkaran mereka untuk melanjutkan rencana-rencana keji mereka dengan melacak Yanti, asisten Sri Sukma dan mantan ibu kos Sam yang bersembunyi sejak Sri Sukma terbunuh. Sementara itu, Agung (Evan Sanders), menjadi stres karena pernah diculik Kuntilanak. Dia dibujuk oleh temannya, Iwank (Ibnu Jamil), untuk bertemu kembali dengan Sam serta menghancurkan masalahnya dari akarnya melalui penyelidikannya tentang Sekte Mangkoedjiwo. Suatu malam, Sam menelepon Iwank dan menembangkan durmo. Iwank-pun tewas karena kecelakaan saat memasak. Hal ini memotivasi Agung untuk mencari Sam. Di malam yang lain, Sam berhadapan dengan sisi gelapnya yang ingin mengambil alih tubuh Sam, namun Sam berhasil mengalahkannya.

Setelah pencarian yang panjang, Agung berhasil melacak dan menemui Sam yang baru saja pulang mengunjungi makam ibunya, Mega N. Widjoko. Sam awalnya tak mau Agung untuk ikut campur, namun setelah dibujuk dan berpikir, Sam memperbolehkannya dan mereka berdua berdamai. Melalui hasil penyelidikan Iwank, Sam dan Agung menemukan tulisan “Oejong Sedo” yang merupakan nama tempat asal muasal wangsit Kuntilanak. Sam dan Agung menemui Yanti (Lita Soewardi) yang sebelumnya sudah menghubungi Sam melalui penglihatan supaya dia mengunjunginya. Yanti mengatakan bahwa Sekte Mangkoedjiwo telah mencari Sam untuk bergabung dalam lingkaran mereka, serta bahwa sejak Sam menghancurkan cermin-cermin untuk memanggil Kuntilanak, Kuntilanak semakin lepas dalam kendali Sam dan pada akhirnya akan berbalik menyerangnya juga. Saat Sam bertanya bagaimana cara menghentikan masalah tersebut, Yanti bertanya kapan Sam terakhir mengunjungi makam ibunya. Sesaat kemudian, tiga pengikut Sekte Mangkoedjiwo datang dan membunuh Yanti, namun Sam menembangkan durmo untuk memanggil Kuntilanak yang membunuh dua dari mereka.

Sam dan Agung bersembunyi di kos Sam. Mereka dibantu oleh kakek Yenny (Sutan Amanullah), namun dia terungkap sebagai salah satu pengikut Sekte Mangkoedjiwo. Setelah membunuh kedua orang tua Yenny, Sekte Mangkoedjiwo menangkap Sam, Agung, dan Yenny, dan membawa mereka ke tempat pertemuan mereka. Di sana, Sam dipaksa untuk mengeluarkan amarahnya supaya para pengikut sekte dapat mengajari Sam mengendalikan pemanggilan. Agung terluka parah saat diserang salah satu pengikut sekte, namun dia dapat meyakinkan Sam dalam bawah sadarnya untuk menemukan jati dirinya yang benar sebelum tewas. Menetapkan pilihannya, Sam menyuruh Kuntilanak untuk membunuh seluruh pengikut Sekte Mangkoedjiwo sementara dia kabur bersama Yenny. Namun di halaman gedung, Yenny diculik oleh Kuntilanak, meninggalkan Sam yang kebingungan bertemu dengan ibunya (Ida Iasha) secara tiba-tiba.

3. Kuntilanak 3 (2008)
Diawali dengan menghilangnya pasangan yang baru saja bertunangan, yaitu Stella (Laudya Chintya Bella) dan tunangannya Rimson (Robby Kolbe) di sebuah hutan, keempat anggota tim SAR Komodo, Darwin (Mandala Shoji), Asti (Imelda Therinne), Herman (Reza Pahlevi) dan Petra (Laura Antoinetta) kini bersama dengan tim SAR udara, Albatros untuk mencari kedua orang tersebut. Tim SAR Komodo yang menelusuri lewat jalur darat, menemukan Samantha (Julie Estelle) dan membujuknya untuk bersama mereka melakukan perjalanan. Sesampai di hutan dan terblokirnya jalan tanah, mereka terpaksa mendaki bukit berselimut hutan belantara.

Ketika mereka sudah mendirikan kemah, Samantha didesak oleh kru tim SAR Komodo agar mengutarakan alasan perginya ia ke hutan itu. Samantha, justru menyarankan agar mereka berhenti mencari kedua teman mereka agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Saat itu, mereka mendengar suara aneh dan fenomena gaib yang membuat mereka menjelajah sebagian kecil hutan, dalam kejadian itu, Samantha berhasil menemukan syal merah milik Stella. Mimpi Samantha menjadi penjelas, arwah Ibunya, Mega N. Widjoko (Ida Iasha) meminta Samantha untuk pergi ke Ujung Sedo yang berada di ujuung hutan belantara untuk mencabut wangsitnya atas Kuntilanak.

Keesokan pagi, saat menembus hutan, mereka dihalangi oleh sebuah kabut tebal yang mengacaukan semua alat petunjuk; baik telekomunikasi, waktu maupun arah. Setelah berhasil menembus kabut, Samantha dan lainnya mengikuti Yenny (Cindy Valerie), anak pemilik kost Sam di film kedua yag diculik Kuntilanak. Mereka mengikuti hingga kehilangannya dan tiba di mulut sebuah gua. Menelusuri gua dengan ketidakpastian tujuan, mereka berpencar menjadi dua bagian, masing-masing kelompok mendapat teror dan fenomena aneh yang tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat. Pada puncaknya, mereka berhasil keluar dari gua tersebut dengan peringatan: Samantha harus pergi ke rumah Mbah Putri, asal muasal pewangsitan Kuntilanak di keluarga Mangkoedjiwo.

Tidak bisa mengelak, saat berbenah kemah, Samantha menjelaskan alasan datangnya ia ke sini, mereka sudah tiba di Ujung Sedo. Saat semua tidur, Herman yang berjaga di luar dihantui Kuntilanak sehingga masuk ke dalam lumpur hisap. Paginya, empat orang yang tersisa mencari Herman dan berhasil menemukan sebuah pemukiman penduduk yang sudah tidak dihuni, pemukiman itu memuat berbagai tulang belulang, sisa daging, dan sebuah mayat manusia. Mereka menemukan lagi bangkai sapi yang isi perutnya sudah terburai, di antara celah perut, ada bayi. Bayi yang aneh itu, kendati dilarang oleh yang lainnya tetapi Petra tetap membawanya. Saat malam, bayi menghilang, Petra yang mencarinya diserang oleh Kuntilanak, dan ketika Asti, Darwin, dan Samantha mencari, Samantha mengikuti Yenny dan melihat di sebuah lapangan berserak daun di antara hutan, kumpulan anak-anak yang mengikuti sebuah kuda putih.

Mengejar mereka, Samantha berhasil menemukan Yenny dan memata-matai kegiatan Kuntilanak yang mengumpulkan anak-anak untuk diambil rohnya sebagai makanan. Kemudian, sementara Yenny dan Samantha pergi dari tempat itu, Darwin yang melihat Kuntilanak, diguna-guna olehnya sebelum Kuntilanak menyuruh Darwin untuk membunuh dirinya sendiri. Lalu, di tengah perjalanan menuju ke rumah Mbah Putri, Samantha bertemu lagi dengan Asti dan menyuruhnya untuk kembali bersama di pagi hari dalam keadaan hidup. Yenny dan Samanthapun sampai di tempat Mbah Putri. Mbah Putri, berhadapan dengan Samantha, menceritakan asal usul Kuntilanak yang berasal dari tempat itu, Kuntilanak adalah arwah penasaran seorang Ibu yang meninggal karena melahirkan anak setan yang saat kelahirannya langsung dibunuh, anak setan itu, mendiami perut Mbah Putri yang sudah berusia seabad lebih sebagai syarat yang berusaha dipenuhi Mbah Putri agar ia bisa hidup abadi.

Durmo yang dinyanyikan Samantha dan seluruh Mangkoedjiwo, adalah ciptaan Mbah Putri agar Kuntilanak bisa dipanggil dan menghisap nyawa orang. Menghisap nyawa, membuat anak setan tetap hidup dalam perut Mbah Putri dan membuat Mbah Putri abadi. Dan alasan Samantha untuk pergi kesitu untuk menghilangkan wangsit, ternyata tidak bisa selama anak setan itu belum musnah. Sang ibu yang dilihat Samantha hanyalah jelmaan Mbah Putri agar Samantha bisa ke Ujung Sedo dalam rangka menggantikan Mbah Putri menjadi induk semang anak setan tersebut. Kemudian Mbah Putri menyanyikan durmo dan anak setan itu keluar dan memasuki rahim Samantha. Kemudian Samantha berpesan kepada Yenny, lalu pergi ke air terjun dan bunuh diri agar anak setan itu tidak bisa hidup lagi di dunia.

Yenny dan teman-temannya serta Asti menemukan helikopter penyelamat datang ke Ujung Sedo, dan berhasil diselamatkan. Di tepian air terjun, sebuah tangan (kemungkinan tangan Samantha) menggapai batu tepian air terjun saat film berakhir.

Gimana seru bukan langsung saja tonton filmnya link dibawah: